Riset yang
dilakukan public relations memiliki potensi menjadi fondasi untuk
membangun si public relations yang lebih baik selain membangun
organisasi bersangkutan itu sendiri. Praktisi public relations bisa
menggunakan hasil risetnya untuk mengembangkan strategi dan program kemudian
mengevaluasi hasilnya.
Peran Riset
dalam Praktek Public Relations
Misalnya,
seorang CEO bertanya, apa saja yang sudah dicapai berbagai departemen di
perusahaannya selama beberapa tahun belakangan ini, si CEO ini ingin tahu
bagaimana setiap departemen berkontribusi pada tujuan pencapaian organisasinya.
Nah, bagi departemen public relations, pencapaian tidak hanya dilihat
dari berapa banyak siaran media yang dibagikan, newsletter pegawai yang
diterbitkan, atau jumlah orang yang mengunjungi situs internalnya. Semua yang
disebut tadi hanyalah output-nya.
Yang
sebetulnya harus dicapai oleh departemen Public Relations adalah
seberapa besar kontribusi mereka pada kesuksesan bisnis organisasinya.
Bagaimana caranya mereka mempengaruhi perilaku atau sikap publik yang bisa
membuat organisasinya lebih baik? Di sinilah riset yang dilakukan oleh Public
relations sangat berperan dalam mengindentifikasi isu-isu penting yang
berhubungan dengan ruang lingkup kerjanya, lalu mengembangkannya menjadi
strategi public relations, serta menggunakannya untuk mengukur pengaruh
program tersebut terhadap perusahaan. Tanpa adanya riset, praktisi akan
mendapatkan output yang kecil dengan mengandalkan dugaan-dugaan atau
asumsi belaka sebagai bahan laporan. Tanpa adanya riset, praktisi tidak bisa
menunjukkan bagaimana caranya suatu program public relations dapat
menggerakkan perubahan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar