Senin, 14 Maret 2016

bunga

http://karyakuhanan.blogspot.com
Bunga
Setangkai bunga tidak dapat memilih dimana ia harus tumbuh dan mekar
Dalam pertumbuhanya tidak dapat memilih siapa yang akan tertarik dan memetiknya
Bunga berusaha tumbuh diantara duri-duri


Tertutup di antara dedaunan di sekitarnya
Bertahan dari lebah dan kumbang yg mendekat
Dan bersabar  pada setiap guncangan angin
Hidup dari tetesan air yang diberikan oleh hujan

Tiba saat-saat bunga tumbuh merekah dengan sempurna
Semua sangat ingin memetik dan menciumnya
Hingga tiba tiap-tiap kelopak yang mulai layu
Kau terlupakan hingga tiap-tiap kelopakmu mulai berguguran

Tetap saja tak ada yang memahami pejalanan tumbuhnya setangkai  bunga
Bunga tetap tak dapat memilih kapan akan tumbuh kembali

                .  .  .  .  .  .  .  .  .  .  .  .  .  .  .  "lidyahanan"

jangan menangis


http://karyakuhanan.blogspot.com
Jangan menangis
Ayahku bilang air matamu
Hanya akan membuatmu terlihat lemah
Akan membuatmu di remehkan

Jangan tunjukan kepada mereka
Jika kau lemah dan kau rapuh
Tapi, perlihatkan kepada mereka
Jika kau kuat, kau mampu dan bisa

Jika yang kau rasakan terlalu menyakitkan,
Pergilah ketempat di mana hanya ada kamu di sana
Tanpa ada orang lain bersamamu
Lalu , menangislah bersedihlah ungkapkan semua

Semua kesedihanmu,emosimu, dan rasa kecewamu
Itu tidak akan membuatmu terlihat lemah
Bahkan akan membuat kamu semakin kuat
Dan bangkit dari keterpurukan

Ketika air matamu yang hangat
Dan emosi yang kau pendam telah kau ungkapkan
Maka ingatlah tangisan ini adalah terahir kalinya
Karena terlalu banyak air mata tidaklah baik

Tidaklah menguatkan hati untuk kesekian kali
Dan mulailah menata hidupmu kembali
Hiduplah dengan bahagia tetapi harus di ingat
Kebahagianmu tetaplah tak boleh mengusik
Kebahagiaan orang lain

Minggu, 13 Maret 2016

cintaku

http://karyakuhanan.blogspot.com
Takkan mati meski jantung ini tak brdetak lagi
Dan takan sama meski tlah di perbaiki
Semua perasaan yg dulu kurasa
Tah mengapa tak mau hilang dari hatiku

Bagai debu yang di gerus hujan
Luka yang hampir sembuh karena waktu
kini tergores kembali karena kesalahan di masalalu
Entah mngapa ia selalu mengisi hati

Dia adalah sakitku lukaku dan deritaku
Tapi tah mengapa dia tetaplah cintaku
Akan jauh lebih baik jika ia pergi
Pergi dari hidupku dan duniaku

Aku tak pernah berfikir akan mencintai sedalam ini
Hingga mengabaikan rasa sakit luka dan kecewa
Mungkin jika aku masih melihatnya
Akan memambah rasa sakit di hati ini

Tapi dengan tidak melihat dirinya
Aku tidak yakin akan mampu melupakan
Melainkan melahirkan suatu penyesalan
Aku tak ingin itu menjadi pnyesalan mendalam

Hanya satu yang sangat aku sesali
Bukan menyesal mengenal dirinya
Tapi menyesal mengapa dulu aku
 mencintainya dengan tulus



(AA)    .  .  .  .  .  .  .  .  .  .  .  .  .  .  .  .  .  .  "lidyahanan"